Selasa, 23 Juli 2013

penyesalan(?)

Sudah beberapa hari ini, hujan mengguyur kotaku. Kota tercintaku dimana aku berpijak sekarang. Setiap pagi sepiku disambut oleh datangnya hujan yang ramai riuh datangnya. Hari sepi, iyaa, aku masih tetaplah sendirian, aku masih bersama bulekku setiap malam, aku masih bersama temantemanku disaat pagi(sekolah), dan aku masihlah tetap semangat.
Dihari sepiku, aku lebih banyak meluangkan waktu dikamar. Terkadang, sekilas aku terbayang akan masa-masa lalu yang rutin aku lakukan. Terbayangkan akan masa indah yang aku lalui bersama, masa dimana terkadang aku menjadi anak yang menyebalkan dan ingin berubah menjadi anak yang solehah. Satu kata yang singkat, padat, jelas, dan terukir kasar menumbuhkan sejuta penyesalan adalah "kenapa kemaren aku kayak gitu?" Ukiran penyesallan ini masih saja tersimpan dalam benatku. Dan aku masih berusaha memperhalus ukiran itu dengan gosokkan yang lembut, perlahan tapi pasti. Ketika aku mengingat kembali, masa masa yang lalu, masa masa dimana aku selalu membantah kata orangtua dan berujung dengan penyesalan, satu kata yang mematung dikepalaku "bodoh". Iyaa, aku merasakan betapa bodohnya aku yang tidak mendengarkan kata orang tua dan berujung dengan penyesalan yang masih belum tau ujungnya. Aku ingin merubah ukiran kasar ini, tapi....terlambat. kata merubah itu sudah sangatlah terlambat, basi, omong kosong, kenapa gak dari dulu coba merubahnya, jah? Hatiku bergelumat kekesalan yang percuma, ingin menjerit tapi percuma, ingin menangis tapi untuk apa? Percuma, jah. Sekeras apapun kamu menjerit, sederas apapun kamu menangis, tak ada yang mendengarmu jah, tak ada yang mau. Karna, kamu menangisi penyesalan. Ini semua salahmu, kenapa tidak dari dulu menganggap setiap menjalani kesalahan kamu harus lakukan perubahan segera. Kenapa juga tidak daridulu menganggap bahwa setiap perjalanan hidup itu cukuplah sebentar? Kenapa tidak daridulu............ Penyesalan yang kamu buat itu cukup berat,jah. Karna apa? Penyesalan yang kubuat adalah penyesalan karna sikapku terhadap almh.Ibuku
Aku yang dulu terkadang berbohong,
Aku yang terkadang membantah,
Aku yang terkadang tidak nurut,
Aku yang terkadang menyebutkan 'ahh sbentar, ahh sibuknah, dan ahh yang lainnya'
Aku yang sangatlah malas jika disuruh membantu
Aku yang tidak pengertian terhadap ibuku sendiri
Aku, aku, aku yang menyesal sekarang karna telah melakukan itu dan ingin merubah tetapi ketika aku ingin menunjukan perubahan agar orang itu memaafkanku orang itu telah lah tiada. Memang, semua ibu selalu memaafkan kesalahan anaknya, seorang ibu yang selalu sayang terhadap anaknya, yang selalu membela anaknya, dan tak mau anaknya susah. Dan sedangkan aku, aku yang menyusahkannya. Sungguh, anak durhaka kah aku termasuk didalamnya? Naudzubillahiminzalik ya Allah, maafkan lah hamba mu ini, sungguh diriku khilaf ya Allah
Dan kini, penyesalan itu sedikit menjadi lebih halus dari sebelumnya. Jika bisa aku balik ke masa lalu, takkan pernah ada penyesalan ini datang ke kehidupanku sekarang Satu satunya sekarang ini aku terus berdoa, aku terus berusaha lebih mendobrak diriku yang lalu menjadi diriku yang lebih baik dari sbelumnya. Jika aku tak bisa membahagiakannya ketika ia hidup, jadi aku tak boleh mengulang ke kedua kalinya di orang tuaku yang satunya, yaitu bapakku....